LM-79 Goniophotometer Detektor Bergerak (Cermin Tipe C)
LSG-6000
Rotasi Presisi Tinggi Luminer Goniophotometer
LSG-1890B
Rotasi Presisi Tinggi Luminer Goniospectroradiometer
LSG-1890BCCD
Goniophotometer untuk Otomotif dan Lampu Sinyal
LSG-1950
Goniophotometer untuk Lampu Sinyal Lalu Lintas
LSG-1950S
Perangkat Peringatan Visual Alarm Kebakaran VAD (Variable Alarm Alert Device) Goniophotometer
LSG-1930
Goniophotometer ringkas
LSG-1200A
Goniofotometer LED
LSG-1100
Pilih sebuah organisasi
untuk menelusuri standar
UL 496:2013 adalah standar keselamatan yang mengatur dudukan lampu untuk lampu pijar, lampu fluoresen, dan lampu debit lainnya, beserta komponen terkait seperti dudukan kap lampu dan dudukan GU24/GU24-1 untuk lampu LED self-ballasted. Standar ini berfokus pada mitigasi bahaya listrik dan mekanis, yang mencakup aspek-aspek seperti integritas insulasi (untuk mencegah kebocoran/korsleting), kontinuitas arde (terhadap sengatan listrik), ketahanan mekanis (misalnya, torsi untuk dudukan sekrup, gaya penyisipan untuk dudukan pin), dan kompatibilitas dengan kap lampu. Standar ini juga mewajibkan perlindungan struktural, seperti mencegah kontak yang tidak disengaja dengan komponen bertegangan dan memastikan pemasangan yang stabil pada luminer.
Untuk verifikasi kepatuhan, UL 496:2013 tidak merinci secara independen uji mudah terbakar material (misalnya, pembakaran horizontal/vertikal). Sebaliknya, standar ini merujuk pada standar seperti UL 94 untuk menentukan peringkat mudah terbakar (misalnya, V-0) untuk komponen seperti casing plastik. Standar ini juga mencakup persyaratan keandalan lingkungan dan jangka panjang (misalnya, ketahanan terhadap perubahan kelembapan/suhu). Secara keseluruhan, kepatuhan bergantung pada pengujian ketat terhadap sifat listrik, mekanik, dan struktural untuk mengurangi risiko kebakaran, sengatan listrik, atau kegagalan selama penggunaan.
LISUN menyediakan solusi pengujian lengkap untuk UL 496:2013 berikut, silakan lihat tabel excel di bawah ini:
| Klausul dan Subjek UL 496:2013 | LISUN MODEL |
| 4.5 Aksesibilitas Bagian Aktif | SMT-PA100A |
| 4.9 Jarak Rambat dan Jarak Bebas | CK-1 |
| 5.2.1 Pengaruh Panas pada Uji Gasket | GDJS-015B |
| 5.2.7 Pengaruh Uji Panas pada Anggota Penggerak | |
| 5.2.10.3 Efek panas | |
| 5.2.14.1-5.2.14.4 Uji Dudukan Lampu Tahan Cuaca | |
| 5.2.15 Uji Suhu Dudukan Lampu Terminal Penusuk Isolasi | |
| 5.2.17 Uji Distorsi Pelepas Tegangan Cetakan | |
| 5.2.3.4 uji torsi | CH338 |
| 5.2.11.2 Uji torsi | |
| 5.2.4.2 Uji Screwshell Go/Not Go | LS-WJ62 |
| 5.2.12 Uji Resistansi Isolasi | WB2681A |
| 5.2.14.5 Uji hujan | JL-UL |
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Bidang yang harus diisi ditandai *

中文简体