LM-79 Goniophotometer Detektor Bergerak (Cermin Tipe C)
LSG-6000
Rotasi Presisi Tinggi Luminer Goniophotometer
LSG-1890B
Rotasi Presisi Tinggi Luminer Goniospectroradiometer
LSG-1890BCCD
Goniophotometer untuk Otomotif dan Lampu Sinyal
LSG-1950
Goniophotometer untuk Lampu Sinyal Lalu Lintas
LSG-1950S
Perangkat Peringatan Visual Alarm Kebakaran VAD (Variable Alarm Alert Device) Goniophotometer
LSG-1930
Goniophotometer ringkas
LSG-1200A
Goniofotometer LED
LSG-1100
Pilih sebuah organisasi
untuk menelusuri standar
The ruang uji semprotan garam terutama digunakan untuk melakukan uji korosi guna memastikan kualitas logam besi dan pelapisnya. Uji ini banyak digunakan dalam industri cat dan pelapis untuk memverifikasi ketahanan dan sifat anti-korosi pelapis. Korosi berdampak signifikan pada logam besi, dan ruang uji semprotan garam dapat mensimulasikan lingkungan salin untuk mempercepat proses korosi, sehingga mengevaluasi ketahanan korosi bahan dan pelapis.
Ruang uji semprotan garam mempercepat proses korosi dengan mensimulasikan lingkungan kabut garam. Prinsip utamanya adalah sebagai berikut:
• Pembangkitan Kabut Garam: Ruang uji memiliki sistem penyemprotan internal yang menyemprotkan larutan garam melalui nosel, menciptakan kabut garam halus.
• Simulasi Lingkungan: Suhu dan kelembapan di dalam ruang uji dapat dikontrol, mensimulasikan kondisi garam.
• Korosi yang Dipercepat: Melalui paparan semprotan garam dalam jangka waktu lama, permukaan material dengan cepat bereaksi dengan ion klorida dalam kabut garam, sehingga mempercepat proses korosi.
• Pengencang: Barang-barang seperti baut dan mur dapat digantung di ruang menggunakan kawat. Batang tipis digunakan hanya untuk menggantung sampel.
• Lembaran atau Pelat Logam: Jika sampelnya datar, sampel tersebut dapat dipasang di area pembawa sampel di ruang pada sudut tertentu.
• Letakkan sampel di dalam ruang uji.
• Pastikan ruangan tertutup rapat.
• Suhu: Biasanya diatur sekitar 35°C.
• Konsentrasi Kabut Garam: Umumnya menggunakan larutan NaCl 5%.
• Durasi Uji: Tetapkan durasi uji sesuai standar dan persyaratan.
• Aktifkan sistem semprotan garam untuk memastikan distribusi kabut garam yang merata pada permukaan sampel.
• Pertahankan kondisi suhu dan kelembapan yang ditetapkan untuk memastikan lingkungan yang stabil.
• Periksa secara teratur konsentrasi kabut garam dan kondisi sampel di dalam ruang uji.
• Pastikan parameter tetap konstan selama pengujian.
• Setelah durasi pengujian yang ditentukan, matikan sistem semprotan garam.
• Buka bilik dan keluarkan sampel.
• Periksa korosi pada permukaan sampel.
• Catat tingkat korosi, termasuk jumlah, ukuran, dan distribusi titik korosi.
• Bandingkan sampel dengan standar untuk mengevaluasi ketahanan korosi bahan dan pelapis.
• Operasi Keselamatan: Kenakan peralatan pelindung saat mengoperasikan ruang uji semprotan garam untuk menghindari iritasi akibat kabut garam pada kulit dan mata.
• Pemeliharaan Peralatan: Bersihkan bagian dalam ruang uji secara teratur untuk memastikan pengoperasian normal sistem penyemprotan dan pengendalian suhu.
• Penanganan Sampel: Setelah pengujian, segera bersihkan sampel untuk menghindari kabut garam sisa yang memengaruhi analisis selanjutnya.
• Parameter Akurat: Patuhi secara ketat parameter uji standar untuk memastikan keakuratan dan pengulangan hasil pengujian.
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Bidang yang harus diisi ditandai *

中文简体
